YOGYAKARTA — Ibu Pertiwi tengah berduka. Rentetan bencana alam yang baru-baru ini melanda berbagai pelosok negeri, mulai dari guncangan Gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan, hingga musibah yang melanda kawasan wisata budaya Desa Sade di Lombok, memanggil nurani banyak pihak untuk turun tangan. Merespons kondisi darurat tersebut, ruang akademis membuktikan bahwa mereka tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga aksi nyata.
Hal ini dibuktikan oleh kepedulian tinggi dari Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (BEM KM UPY). Di tengah kabar duka dari berbagai daerah tersebut, BEM KM UPY melakukan gerak cepat menggalang solidaritas kemanusiaan di lingkungan kampus. Dari aksi tersebut, mereka berhasil menghimpun dana kolektif sebesar Rp5.804.000.
Tanpa menunda waktu, seluruh hasil donasi ini langsung diserahkan kepada lembaga filantropi terpercaya, LAZISMU Kota Yogyakarta, agar dapat segera didistribusikan dan diubah menjadi bantuan logistik maupun kebutuhan mendesak lainnya bagi para penyintas bencana di NTT, Kalimantan, Lombok, dan daerah terdampak lainnya.
Presiden Mahasiswa (Presma) BEM KM UPY, Dedi Pamungkas, mengungkapkan bahwa langkah tanggap darurat ini adalah bentuk tanggung jawab moral mahasiswa terhadap kondisi sosial bangsa.
“Kami dari BEM KM UPY mengapresiasi penyaluran donasi oleh LAZISMU Kota Yogyakarta sebagai wujud kepedulian kepada saudara-saudara yang terdampak bencana. Semoga bantuan ini meringankan beban penerima dan menjadi amal kebaikan bagi seluruh donatur,” tutur Dedi Pamungkas saat penyerahan donasi kemanusiaan tersebut.
Aksi sigap dari para cendekiawan muda ini mendapat sambutan hangat dari LAZISMU Kota Yogyakarta. Manajer Lazismu Kota Yogyakarta, Nur Alam Ramadhan, menyampaikan rasa terima kasih atas sinergi dan kepercayaan yang diberikan. “Kami sangat mengapresiasi langkah cepat teman-teman BEM KM UPY. Kepekaan mahasiswa terhadap rentetan bencana alam saat ini menjadi energi penyemangat bagi kami untuk terus meluaskan jangkauan manfaat di lokasi-lokasi terdampak,” ujarnya.
Inspirasi Nyata dari Balik Tembok Kampus
Kepedulian yang diinisiasi oleh BEM KM UPY ini menjadi bukti bahwa jiwa sosial dan semangat gotong royong tumbuh subur di lingkungan akademis. Donasi yang diberikan ini bukan sekadar angka, melainkan simbol harapan dari mahasiswa untuk memulihkan kembali senyum saudara-saudara kita di NTT, Kalimantan, hingga Lombok.
Langkah mulia ini sejatinya menjadi teladan dan inspirasi besar bagi universitas-universitas lain di seluruh Indonesia. Saat bencana melanda bertubi-tubi, ini adalah momentum bagi seluruh elemen mahasiswa dan civitas akademika untuk merapatkan barisan, bergerak cepat, dan membuktikan bahwa kepedulian bisa melampaui sekat-sekat ruang kelas. Mari wujudkan lebih banyak aksi nyata untuk Indonesia yang lebih kuat!
Dipublikasi oleh : Tim Media Lazismu Kota Yogyakarta melalui Jadiberkah.org
















