Satukan Gerak dan Rajut Amanah Umat, Lazismu Sukses Gelar Kajian Amil se-Kota Yogyakarta

Satukan Gerak dan Rajut Amanah Umat, Lazismu Sukses Gelar Kajian Amil se-Kota Yogyakarta

YOGYAKARTA – Lazismu Kota Yogyakarta sukses menyelenggarakan Kajian Amil pada Senin (21/9/2026) di Masjid KH. Ahmad Dahlan PDM Kota Yogyakarta. Acara yang dihadiri oleh jajaran amil dari seluruh Kantor Layanan (KL) dan Unit Layanan (UL) Lazismu se-Kota Yogyakarta ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat silaturahmi, menyamakan visi, serta meningkatkan integritas para pengelola zakat, infak, dan sedekah di lingkungan persyarikatan Muhammadiyah.

Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Yogyakarta, Nuryanto Hari Murti, S.E.I., dalam sambutannya menekankan urgensi sinergi dan kolaborasi antar-amil. “Momentum pertemuan ini menjadi sarana taaruf yang sangat baik untuk saling mengenal antar-Amil KL dan UL se-Kota Yogyakarta. Kita harus menyatukan gerak dan langkah. Seluruh KL mesti siap berkolaborasi dalam kebaikan, menjadikan silaturahmi ini sebagai perekat keluarga besar Lazismu. Ke depannya, materi pengajian Amil juga akan dirancang lebih terstruktur agar kapasitas kita semakin meningkat,” tegas Nuryanto.

Senada dengan hal tersebut, Pemerhati Lazismu Kota Yogyakarta, Noviar Handi Al-Fani, S.E., Akt., turut memberikan motivasi kepada para amil yang hadir dengan mengutip hadis Rasulullah SAW riwayat Muslim. Ia mengingatkan keutamaan tugas amil, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya.’ Ini menjadi pengingat bahwa dedikasi kita bernilai pahala yang mengalir tanpa henti.”

Tiga pilar “Rajutan Amanah” menjadi tanggung jawab Amil yang harus di jaga

Memasuki sesi inti, Ketua PDM Kota Yogyakarta, Ustadz H. Aris Madani, S.Pd.I., M.S.I., selaku pemateri utama menyampaikan esensi peran amil bukan sekadar pemungut dana, melainkan jembatan dan “tukang cuci jiwa” yang menjaga kesucian harta muzaki serta hak mustahik. Ia memaparkan konsep tiga pilar “Rajutan Amanah”, di mana pilar pertama adalah lurusnya niat karena Allah guna menepis godaan uang dan pujian. Seorang amil sejati, tegasnya, tidak boleh silau oleh nominal dana yang besar melainkan silau oleh doa-doa mustahik, serta senantiasa bekerja dalam pengawasan Allah (Ihsan), bukan sekadar mengejar target angka semata.

Lebih lanjut, pilar kedua dan ketiga adalah menjaga amanah transparansi serta mewujudkan transformasi umat. Transparansi bagi sebuah lembaga pengelola dana umat tidak sekadar berwujud laporan angka puluhan halaman, melainkan bukti nyata berupa cerita keberkahan dari masyarakat yang dibantu. Melalui pengelolaan yang baik, amil dituntut untuk mampu mentransformasi kondisi mustahik menjadi muzaki di masa depan. Jika amanah ini dirajut dengan baik, umat tidak hanya melihat megahnya gedung Lazismu, tetapi akan terbangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap Islam dan marwah Muhammadiyah.

Penyelenggaraan Kajian Amil Lazismu se-Kota Yogyakarta ini menjadi titik tolak yang kuat bagi seluruh elemen pengelola zakat untuk terus bergerak serentak. Dengan semangat kolaborasi dan integritas spiritual yang telah terajut kukuh, Lazismu Kota Yogyakarta optimistis dapat tampil semakin profesional dalam menjembatani kebaikan, mengentaskan kemiskinan, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Dipublikasikan oleh Tim Media Komunikasi Lazismu Kota Yogyakarta

Kunjungi Laman jadiberkah.org untuk informasi kebaikan lainnya.

Donasi Terbaru

Artikel Terbaru

Zakat, Infak, Shadaqah