Merawat Iman, Menyemai Kemaslahatan Pengajian Seketewu PDM Kota Yogyakarta Ajak Jamaah Kuatkan Lima Sandaran Spiritual

Merawat Iman, Menyemai Kemaslahatan Pengajian Seketewu PDM Kota Yogyakarta Ajak Jamaah Kuatkan Lima Sandaran Spiritual

YOGYAKARTA, 19 September 2026 — Suasana Basement Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta pagi itu terasa hangat oleh semangat kebersamaan. Sabtu (19/9), ratusan jamaah memadati gedung di Jalan Sultan Agung No. 14, Mergangsan, untuk mengikuti Pengajian Umum Seketewu — akronim dari “Setu Ketelu Saben Wulan” atau Sabtu ketiga setiap bulan — yang telah menjadi agenda dakwah rutin dan dinantikan warga Muhammadiyah Kota Yogyakarta.
Mengangkat tema “Merawat Iman, Menebar Kemaslahatan”, pengajian yang berlangsung sejak pukul 06.00 WIB ini merupakan hasil sinergi PDM Kota Yogyakarta bersama Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Manusia (MPKS), Majelis Tabligh, Takmir Masjid Ahmad Dahlan, dan Lazismu Kota Yogyakarta. Bertindak sebagai narasumber, Ustadz Drs. K.H. Saebani, M.A., M.Pd. — Wakil Ketua PDM Bantul sekaligus Ketua MUI Bantul — membawakan tausiyah dengan gaya yang renyah, komunikatif, namun tetap sarat kedalaman ilmu, khas tradisi tabligh Muhammadiyah.
Lima Sandaran Menjaga Keimanan
Dalam ceramahnya, Ustadz Saebani mengajak jamaah merenungkan kembali makna iman sebagai sesuatu yang tidak cukup diyakini, tetapi harus dirawat dan dijaga setiap hari. Ia memaparkan lima sandaran utama yang menjadi pegangan seorang mukmin dalam mengarungi dinamika hidup:

1.Isti’adzah:
membiasakan diri memohon perlindungan Allah dari segala bujuk rayu dan godaan yang melalaikan.

2.Isti’anah: menjadikan sabar dan shalat sebagai penopang batin di tengah beratnya persoalan.

3.Istighfar :
merawat lisan agar senantiasa basah oleh permohonan ampun, sebagai jembatan kedekatan dengan Sang Khalik.

4.Istikharah:
menata setiap langkah dan keputusan hidup dengan memohon petunjuk terbaik dari Allah.

5.Istighatsah: memanjatkan doa pertolongan darurat manakala ujian terasa begitu berat untuk dipikul sendiri.
Tak berhenti di situ, Ustadz Saebani turut mengingatkan pentingnya membangun rumah tangga yang sakinah, mawadah, dan warahmah, serta menumbuhkan rasa syukur atas nikmat sehat dan panjang umur lewat sikap qanaah — cukup dan lapang dada, jauh dari keluh kesah berlebihan. Menurutnya, orientasi hidup seorang Muslim semestinya berporos pada ikhtiar mencari rezeki yang halal dan thayib, sebab dari sanalah ketenteraman batin yang sesungguhnya bersumber.
Dakwah yang Membumi Lewat Aksi Sosial
Semangat kepedulian sosial turut mewarnai pengajian kali ini. Selain lantunan tausiyah, jamaah juga disuguhi sarapan pagi gratis, layanan sedekah minyak jelantah, hingga pembagian doorprize yang menambah kehangatan suasana kekeluargaan. Rangkaian ini menegaskan komitmen PDM Kota Yogyakarta menghadirkan ruang dakwah yang tak sekadar mencerahkan pikiran, tetapi juga merekatkan solidaritas sosial di tengah umat.

Arif Bharata
Ketua Majelis Tabligh PDM Kota Yogyakarta

YouTube Muhammadiyah Yogyakarta14

https://youtube.com/Pengajian Seketewu 19 September 2026

Instagram/Facebook
@lazismu.yogyakarta.

Hotline 0822 1130 0171
jadiberkah.org

Donasi Terbaru

Artikel Terbaru

Zakat, Infak, Shadaqah